Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 09-12-2025 Asal: Lokasi
Menguji tegangan dengan multimeter sangat penting bagi siapa pun yang bekerja dengan sistem kelistrikan. Baik Anda seorang ahli listrik, insinyur, atau penghobi, mengetahui cara mengukur tegangan DC dan AC sangatlah penting.
Dalam panduan ini, kami akan memandu Anda melalui langkah-langkah untuk menguji voltase. Anda juga akan mempelajari fitur-fitur utama dan tip ahli untuk pembacaan yang akurat dan aman.
Di JITAI, kami menawarkan multimeter yang andal . Pelajari lebih lanjut tentang produk kami hari ini. `
Tegangan adalah beda potensial listrik antara dua titik dalam suatu rangkaian. Hal ini sering disebut sebagai “tekanan” yang mendorong muatan listrik melalui konduktor seperti kabel. Semakin besar tegangan, semakin besar potensi untuk menggerakkan arus melalui rangkaian. Tegangan dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori utama:
● Arus Searah (DC): Jenis tegangan ini mengalir dalam satu arah, sehingga ideal untuk memberi daya pada perangkat elektronik seperti baterai, sel surya, dan banyak perangkat elektronik rumah tangga kecil. Tegangan DC stabil dan konsisten, sehingga cocok untuk perangkat yang memerlukan catu daya stabil. Sumber daya DC yang umum mencakup perangkat bertenaga baterai dan adaptor daya untuk laptop atau ponsel cerdas.
● Arus Bolak-balik (AC): Tegangan AC berubah arah secara berkala, bergantian antara nilai positif dan negatif dalam pola sinusoidal. Ini adalah jenis tegangan yang ditemukan di sebagian besar sistem kelistrikan rumah tangga dan peralatan industri. AC lebih disukai untuk transmisi daya jarak jauh karena dapat dengan mudah dinaikkan atau diturunkan tegangannya menggunakan transformator. Di banyak wilayah, AC dihasilkan pada frekuensi 50 Hz atau 60 Hz, bergantung pada standar setempat.
Memahami perbedaan antara AC dan DC adalah hal mendasar ketika menggunakan multimeter untuk mengukur tegangan, karena metode pengukuran dan pengaturan multimeter akan berbeda.
Multimeter adalah alat serbaguna dan sangat diperlukan untuk mengukur berbagai sifat listrik, termasuk tegangan, arus, dan hambatan. Ini banyak digunakan oleh tukang listrik, insinyur, dan penghobi untuk memecahkan masalah dan memelihara sirkuit listrik. Multimeter hadir dalam dua jenis utama:
● Multimeter Digital (DMM): Multimeter digital memberikan pembacaan numerik, sehingga lebih mudah dibaca dan dipahami, terutama bagi pemula. Mereka sering menampilkan pengukuran tegangan, arus, dan resistansi pada layar digital, dan banyak model menyertakan fitur tambahan seperti rentang otomatis, penyimpanan data, dan kemampuan untuk menguji suhu atau frekuensi. DMM biasanya lebih akurat dan mudah digunakan, itulah sebabnya DMM menjadi pilihan utama untuk sebagian besar pekerjaan kelistrikan saat ini.
● Multimeter Analog: Multimeter analog menampilkan pembacaan menggunakan jarum bergerak pada pelat jam. Mereka lebih tradisional dalam desain dan sering disukai oleh pengguna berpengalaman yang membutuhkan pemantauan real-time terhadap fluktuasi sinyal listrik. Multimeter analog lebih sensitif terhadap perubahan kecil dalam pembacaan, sehingga berguna dalam situasi di mana perubahan tegangan atau arus yang tepat sangat penting.
Beberapa multimeter canggih dilengkapi dengan kemampuan tambahan, seperti mengukur suhu, frekuensi, atau bahkan nilai kapasitor, sehingga memberikan lebih banyak fleksibilitas untuk menguji sistem kelistrikan yang kompleks. Fungsi tambahan ini menjadikan multimeter alat yang berharga untuk berbagai aplikasi, mulai dari tugas rumah tangga sederhana hingga proyek industri dan teknik yang canggih.
Dengan memahami fungsi dasar multimeter dan cara mengukur tegangan, Anda akan dapat mendiagnosis masalah kelistrikan dengan aman dan efektif, melakukan tugas pemeliharaan, atau sekadar memeriksa kinerja perangkat listrik Anda.

Saat menguji voltase, penting untuk memilih pengaturan yang benar pada multimeter Anda untuk memastikan keakuratan:
● Tegangan DC (V dengan garis lurus): Gunakan pengaturan ini saat menguji perangkat yang ditenagai oleh baterai atau sumber DC (arus searah) lainnya, seperti panel surya, sirkuit elektronik, atau bank daya.
● Tegangan AC (V dengan garis bergelombang): Pengaturan ini digunakan untuk mengukur tegangan dari sumber AC (arus bolak-balik), termasuk stopkontak rumah tangga, peralatan, dan sistem kelistrikan industri.
Beberapa multimeter digital dilengkapi dengan kemampuan rentang otomatis, yang berarti multimeter tersebut secara otomatis menyesuaikan rentang voltase tergantung pada pengukurannya. Fitur ini menyederhanakan proses, karena Anda tidak perlu memilih rentang voltase yang sesuai secara manual. Namun, jika multimeter Anda tidak mendukung rentang otomatis, Anda perlu memilih rentang voltase secara manual berdasarkan voltase yang diharapkan dari rangkaian yang Anda uji. Itu selalu merupakan praktik yang baik untuk memulai dengan rentang tertinggi untuk menghindari kelebihan beban pada multimeter dan kemudian menyesuaikannya sesuai kebutuhan untuk pembacaan yang lebih tepat.
Multimeter biasanya memiliki tiga port utama:
● COM (Umum): Di sinilah probe hitam (negatif) harus selalu dimasukkan untuk semua pengukuran. Port COM berfungsi sebagai titik referensi untuk pengukuran.
● VΩmA: Masukkan probe merah di sini untuk mengukur tegangan, hambatan, atau arus kecil. Ini adalah port yang paling umum digunakan saat mengukur tegangan di sirkuit, baterai, atau catu daya biasa.
● 10A atau 20A: Gunakan port ini saat mengukur arus besar (lebih dari 200mA). Meskipun penting untuk pengukuran arus, port ini jarang diperlukan untuk pengujian tegangan. Selalu pastikan Anda menggunakan port yang benar untuk menghindari kerusakan multimeter.
Putar tombol multimeter ke setelan tegangan DC, yang biasanya ditandai dengan huruf 'V' dengan garis lurus di bawahnya. Pilih rentang voltase yang sesuai dengan sistem yang Anda uji. Jika Anda tidak yakin, mulailah dengan kisaran tertinggi dan sesuaikan ke bawah untuk mendapatkan pembacaan yang lebih tepat.
● Masukkan probe hitam ke port COM.
● Masukkan probe merah ke port VΩmA.
● Hubungkan probe hitam ke terminal negatif (atau ground) dan probe merah ke terminal positif komponen atau sirkuit yang Anda uji.
Setelah terhubung, multimeter Anda akan menampilkan voltase. Jika Anda menguji baterai AA baru, Anda akan melihat sekitar 1,5V. Jika pembacaannya adalah '1' atau 'OL,' tegangannya lebih tinggi dari kisaran yang dipilih, dan Anda perlu menyesuaikan pengaturannya.
Sumber Tegangan |
Rentang Tegangan (V) |
Rentang Tegangan Multimeter yang Direkomendasikan |
Baterai AA |
1.5V |
2V |
Aki Mobil 12V |
12V |
20V |
Catu Daya USB 5V |
5V |
20V |
Baterai Litium 3.7V |
3.7V |
5V |
Sistem Kelistrikan 24V |
24V |
50V |
Alihkan multimeter ke pengaturan tegangan AC, biasanya ditandai dengan huruf 'V' dengan garis bergelombang. Pengaturan ini digunakan untuk mengukur tegangan AC dari sumber seperti stopkontak rumah tangga atau sistem bertenaga AC.
● Masukkan probe hitam ke port COM.
● Masukkan probe merah ke port VΩmA.
● Posisikan probe pada dua titik di mana Anda ingin mengukur tegangan AC.
Layar akan menunjukkan tegangan AC. Di sebagian besar sirkuit rumah tangga, tegangannya harus sekitar 120V di Amerika Serikat. Di negara lain, tegangan ini mungkin bervariasi, biasanya antara 100V dan 240V.
Negara/Wilayah |
Tegangan Standar (V) |
Rentang Tegangan yang Diijinkan (V) |
Amerika Serikat |
120V |
110V - 127V |
Eropa |
230V |
220V - 240V |
Jepang |
100V |
95V - 105V |
Cina |
220V |
210V - 230V |
Inggris Raya |
230V |
220V - 240V |

Jika voltase lebih tinggi dari rentang yang dipilih, multimeter akan menampilkan 'OL' atau '1.' Untuk mengatasinya, alihkan tombol ke rentang yang lebih tinggi.
Jika probe dibalik (probe hitam pada terminal positif dan probe merah pada terminal negatif), pembacaannya akan negatif. Hal ini tidak membahayakan multimeter namun mungkin membingungkan. Cukup tukar probe untuk mendapatkan pembacaan yang akurat.
Jika pembacaan masih menunjukkan 'OL' atau '1' bahkan setelah rentang disesuaikan, tegangan melebihi rentang multimeter. Sesuaikan rentang lebih jauh agar sesuai dengan volume yang diharapkantage.
Situasi Kesalahan |
Kemungkinan Penyebabnya |
Larutan |
Tampilan menunjukkan 'OL' atau '1' |
Tegangan terukur melebihi rentang |
Sesuaikan rentang tegangan ke pengaturan yang lebih tinggi |
Probe terbalik |
Probe terhubung ke polaritas yang salah |
Tukar probe merah dan hitam |
Tampilan menunjukkan nilai negatif |
Probe tidak terhubung dengan benar |
Pastikan probe terhubung dengan benar dan periksa polaritasnya |
Tidak ada bacaan yang ditampilkan |
Sirkuit tidak diberi daya atau probe tidak melakukan kontak |
Periksa apakah sirkuit diberi daya dan pastikan kontak probe benar |
Banyak multimeter dilengkapi dengan fungsi-fungsi canggih yang secara signifikan dapat meningkatkan akurasi dan kenyamanan pengukuran Anda:
● HOLD: Fungsi ini membekukan pembacaan saat ini pada tampilan. Ini sangat berguna ketika Anda perlu merekam data atau menganalisis pembacaan yang berfluktuasi dengan cepat. Dengan mengadakan pengukuran, Anda dapat memastikan tidak ada nilai penting yang terlewat.
● MIN/MAX: Fungsi ini mencatat nilai tegangan tertinggi dan terendah selama periode pengukuran. Ini sangat berguna ketika memantau fluktuasi tegangan dari waktu ke waktu, seperti ketika memeriksa stabilitas catu daya atau keluaran sensor.
● REL (Mode Relatif): Fitur ini mengatur tegangan referensi, dan multimeter akan menampilkan semua pembacaan selanjutnya sebagai penyimpangan dari referensi tersebut. Hal ini berguna ketika Anda perlu membandingkan pengukuran terhadap nilai yang diketahui, sehingga ideal untuk mengetahui berapa banyak tegangan yang hilang atau diperoleh dalam suatu rangkaian atau komponen.
Untuk menilai kinerja rangkaian secara menyeluruh, ukur tegangan di beberapa titik di seluruh sistem. Metode ini, yang dikenal sebagai analisis nodal, memungkinkan Anda melacak tegangan pada setiap node atau sambungan dalam rangkaian. Dengan menguji berbagai komponen atau koneksi, Anda dapat:
● Identifikasi di mana tegangan dikonsumsi.
● Mendeteksi penurunan tegangan yang mungkin mengindikasikan hambatan atau masalah pada komponen.
● Pastikan tegangan di berbagai titik berada dalam nilai yang diharapkan, untuk memastikan sirkuit berfungsi sesuai desain.
Misalnya, dalam rangkaian sederhana dengan baterai, resistor, dan LED, mengukur tegangan di setiap komponen dapat membantu Anda memahami bagaimana tegangan didistribusikan dan jika ada masalah seperti koneksi yang buruk atau catu daya yang tidak mencukupi.
Selalu tangani multimeter dan probe dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan dan keakuratan pengukuran Anda. Berikut beberapa tip keamanan utama:
● Jangan pernah menyentuh bagian logam pada probe saat menguji sirkuit aktif, karena dapat menyebabkan sengatan listrik.
● Putuskan sambungan probe setelah Anda selesai menguji atau saat beralih antar pengukuran yang berbeda untuk menghindari kontak yang tidak disengaja dengan sirkuit aktif.
● Jika Anda menggunakan multimeter untuk mengukur tegangan tinggi, pastikan multimeter sesuai dengan tingkat tegangan yang Anda uji untuk menghindari kerusakan pada perangkat.
Saat bekerja dengan sirkuit aktif, keselamatan adalah hal yang paling penting. Ikuti tindakan pencegahan berikut:
● Kenakan Perlengkapan Keselamatan: Sarung tangan karet dan alas kaki berinsulasi sangat penting saat menguji sirkuit aktif, terutama untuk tegangan tinggi, untuk melindungi dari sengatan listrik.
● Berdiri di atas Permukaan Berinsulasi: Selalu berdiri di atas alas berinsulasi atau permukaan kering saat menguji kabel beraliran listrik untuk mengurangi risiko kejutan.
● Gunakan Peralatan Berinsulasi: Saat menangani kabel atau komponen yang terbuka pada sirkuit aktif, selalu gunakan peralatan berinsulasi. Ini memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap kontak yang tidak disengaja dengan bagian aktif.
Selain itu, pastikan untuk memverifikasi bahwa probe multimeter Anda sepenuhnya terisolasi dan Anda hanya memaparkan ujung probe ke titik pengujian untuk menghindari kontak yang tidak disengaja.
Menguji tegangan dengan multimeter merupakan keterampilan penting bagi siapa pun yang bekerja dengan sistem kelistrikan. Dengan memilih pengaturan yang benar dan menggunakan probe yang tepat, Anda dapat mengukur tegangan DC dan AC dengan percaya diri. Selalu utamakan keselamatan saat bekerja dengan listrik.
JITAI menawarkan multimeter andal yang dirancang untuk pengujian tegangan akurat. Produk mereka memberikan nilai luar biasa dengan memastikan keamanan dan presisi dalam setiap pengukuran.
J: Untuk menguji voltase dengan multimeter, pilih mode yang benar (DC atau AC), sambungkan probe ke sirkuit, dan baca voltase di layar. Pastikan Anda menggunakan rentang yang benar untuk pembacaan yang akurat.
J: Pengujian voltase membantu Anda mendiagnosis masalah kelistrikan, memverifikasi catu daya, dan memastikan komponen berfungsi dengan baik. Ini memastikan keamanan dan akurasi saat bekerja dengan sirkuit.
A: Tegangan DC mengalir satu arah, sedangkan tegangan AC berubah arah. Multimeter memungkinkan Anda menguji kedua jenis dengan memilih mode yang sesuai (DC atau AC) untuk pembacaan yang akurat.
J: Tidak semua multimeter memiliki rating tegangan tinggi. Pastikan multimeter Anda dapat menangani rentang voltase yang diperlukan, terutama untuk sirkuit dengan voltase tinggi seperti sistem 220V atau 500V.